Sabtu, 23 November 2019

LATIHAN BLOG


BALITAR




Wajahnya cerah dan  bercahaya bagaikan purnama, menyembunyikan wataknya yang penuh dendam dan haus akan kekuasaan.  Satu persatu kerajaan-kerajaan di Jawa berhasil di taklukkan. Kerajaan Nusa Tembini yang perkasa, dibuatnya menyerah. Sang Prabu Kisworo terpaksa menyerahkan kerajaannya  pada pemuda perkasa yang berhasil mengalahkannya. Patih Lenggot Cuwiri, Prabu Erbanggi dan Parbu Kisworo menyembah raja baru mereka. Sang Raja baru segera menyampaikan keinginannya untuk menyerang kerajaan Kediri. Sang raja muda ini ingin mengambil Dyah Candra Kirana sebagai istrinya, meski ia tahu Dyah Candra KIrana adalah Istri Raden Panji Asmoro Bangun.

Surat segara dibuat, isinya hanya satu meminta restu sang raja Kediri agar menyerahkan putrinya, Dyah Candra Kirana menjadi Istri Raja Nusa Tembini atau Kerajaan Kediri akan dihancurkan. Sang Raja muda dibalik sikapnya yang keras sejatinya adalah seorang yang sangat tampan dengan wajah yang bersih, ia adalah Panji Balitar. Pemuda yang tidak diketahui pasti asal usulnya, yang tiba-tiba menjadi raja sakti mandraguna di tanah Jawa.





Tidak ada keburukan yang tidak akan bisa dikalahkan, setelah Panji Balitar berhasil merebut Kediri, dan mendapatkan Dyah Candra Kirana dan Retno Onengan, ia bermaksud menaklukan kerajaan Makasar ,kerajaan besar di ujung timur. Segera laskar Nusa Tembini menyerang Makasar.  Perang berlangsung berhari-hari, singkat cerita akhirnya Panji Balitar berhadapan dengan  penguasa Makasar Arya Dadhali. Naas menimpa sang Panji yang sombong, ia kalah perang dengan Arya Dadhali. Akhirnya ia melarikan diri ke hutan. Arya Dadhali mengejarnya, tetapi tidak pernah dijumpainya lagi yang dijumpainya justru sosok perempuan cantik yang sedang terluka, ia adalah Dewi Surenggrono.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar