BALITAR
Wajahnya cerah dan bercahaya bagaikan purnama, menyembunyikan
wataknya yang penuh dendam dan haus akan kekuasaan. Satu persatu kerajaan-kerajaan di Jawa
berhasil di taklukkan. Kerajaan Nusa Tembini yang perkasa, dibuatnya menyerah.
Sang Prabu Kisworo terpaksa menyerahkan kerajaannya pada pemuda perkasa yang berhasil
mengalahkannya. Patih Lenggot Cuwiri, Prabu Erbanggi dan Parbu Kisworo
menyembah raja baru mereka. Sang Raja baru segera menyampaikan keinginannya
untuk menyerang kerajaan Kediri. Sang raja muda ini ingin mengambil Dyah Candra
Kirana sebagai istrinya, meski ia tahu Dyah Candra KIrana adalah Istri Raden
Panji Asmoro Bangun.
Surat segara dibuat, isinya hanya satu meminta restu sang
raja Kediri agar menyerahkan putrinya, Dyah Candra Kirana menjadi Istri Raja
Nusa Tembini atau Kerajaan Kediri akan dihancurkan. Sang Raja muda dibalik
sikapnya yang keras sejatinya adalah seorang yang sangat tampan dengan wajah
yang bersih, ia adalah Panji Balitar. Pemuda yang tidak diketahui pasti asal
usulnya, yang tiba-tiba menjadi raja sakti mandraguna di tanah Jawa.
Tidak ada keburukan yang tidak akan bisa dikalahkan, setelah
Panji Balitar berhasil merebut Kediri, dan mendapatkan Dyah Candra Kirana dan
Retno Onengan, ia bermaksud menaklukan kerajaan Makasar ,kerajaan besar di
ujung timur. Segera laskar Nusa Tembini menyerang Makasar. Perang berlangsung berhari-hari, singkat
cerita akhirnya Panji Balitar berhadapan dengan
penguasa Makasar Arya Dadhali. Naas menimpa sang Panji yang sombong, ia
kalah perang dengan Arya Dadhali. Akhirnya ia melarikan diri ke hutan. Arya
Dadhali mengejarnya, tetapi tidak pernah dijumpainya lagi yang dijumpainya justru
sosok perempuan cantik yang sedang terluka, ia adalah Dewi Surenggrono.